Pasar Jatayu Bandung – Surganya Barang Bekas

PASAR bukan hanya nama untuk tempat yang menjual sembako dan sayur mayur, tetapi pasar pun digunakan untuk menyebutkan nama tempat yang menjual alat-alat teknik, logam, besi, aluminium, tembaga, dan aneka mesin.

Pasar Jatayu, itulah pasar di mana kita tak akan menemukan beras, ikan, daging, sayur, dan kebutuhan pangan. Di Pasar Jatayu, kita akan menemukan benda-benda seperti spare part bekas motor dan mobil, mesin cuci, dan kulkas bekas, sampai beraneka ragam perkakas mesin.

Pasar Jatayu sangat terkenal sebagai pasar barang loakan. Pengunjungnya bukan hanya dari dalam Kota Bandung, tetapi juga dari kota-kota sekitar Kota Bandung. Di sepanjang Jln. Jatayu berdiri kios-kios pedagang kaki lima (PKL) yang menjajakan beraneka ragam barang. Mereka bersaing dengan pemilik kios di dalam Pasar Jayatu yang juga menjual aneka alat-alat teknik, listrik, onderdil motor dan mobil, besi, dan logam.

Pasar Jatayu berdiri di atas lahan milik Pemkot Bandung, sedangkan bangunannya dibangun menggunakan dana swadaya pedagang. Pasar ini didirikan pada 1957 dan pada 2006 dilakukan rehab karena bangunan pasar yang kurang layak.

Pasar Jatayu terletak di Jln. Komodor Supadio, Kel. Husein Sastranegara, Kec. Cicendo. Di pasar ini ada 369 kios, 336 kios dalam keadaan aktif dan 33 kios di antaranya tutup. Sedangkan jumlah pedagangnya mencapai 242 orang.

Kawasan Jatayu dulunya terkenal sebagai tempat perdagangan barang antik. Warga negara Eropa, Amerika, dan Asia banyak yang datang kesini. Namun seiring perkembangan zaman, barang-barang antik yang ada di kawasan ini sudah tidak ada lagi dan pengunjungpun hanya terbatas pengunjung lokal saja.

"Memang dulu Jatayu dikenal sebagai tempat perdagangan barang antik. tapi sekarang barang antiknya juga sudah jarang, kebanyakan sekarang adalah barang-barang teknik dan barang rumah tangga," ujar A. Nandang Risandar, salah seorang pedagang yang juga petugas keamanan Pasar Jatayu.

Menurut Nandang, pedagang di Pasar Jatayu mayoritas menjajakan alat-alat teknik salah satunya adalah spare part khusus untuk indusri dan mesin teknik. Sekitar 70% pedagang menjual alat-alat teknik.

"Kebanyakan yang datang ke sini dari pabrik-pabrik, baik yang membangun maupun yang membutuhkan mesin-mesin," jelasnya.

Barang-barang yang ada di Pasar Jatayu hampir 95% merupakan barang bekas dan selebihnya barang baru atau gress. Semua barang yang dijual bisa dicoba. Meskipun barang bekas atau loak, tapi kondisinya masih layak pakai.

Harga barang-barang di Jatayu cukup terjangkau, sekitar 25% sampai 30% lebih murah dari harga di toko-toko.

Ruhiyat, pedagang lainya mengaku hanya menjual kloset dan pemanas air yang semuanya dalam kondisi bekas namun masih laik pakai. "Meskipun bekas tapi masih bagus. Harganya juga murah. Jika kloset merek tertentu masih baru dijual dengan harga Rp 1 Juta, saya jual di sini Rp 400 ribu. Jadi banyak juga yang pemilik hotel datang ke sini karena harganya murah," katanya.

Sebagian besar barang-barang yang dijual berasal dari tukang loak yang biasa keliling ke rumah-rumah. Ada juga pedagang yang mendapatkan barang-barang dari pabrik yang gulung tikar dan menjual stok barangnya ke Pasar Jatayu.

sumber=http://www.klik-galamedia.com/indexedisi.php?id=20090112&wartakode=2009011208160

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 572 other followers

%d bloggers like this: