Sate Anggrek (Jl Riau) Bandung

Sore-sore antara persimpangan Jalan Anggrek dan Jalan RE Martadinata asap sudah mengepul dari pembakaran. Bukan polusi bukan pula kebakaran, tapi aroma sate yang dibakar berjejer di atas pembakaran. Tukang sate yang mengipas-ngipas dibantu semilir angin menyebarkan virus aroma kelezatan sate yang menggoda. Menyeret kaki untuk bertandang.

Sate anggrek, berada di muka Jalan Anggrek berseberangan dengan tempat makan daging juga yaitu Suis Butcher.

"Nama aslinya Sate Mirah," jelas Ahmad Nawawi (43), pemilik Sate Anggrek ini. Nama Mirah sendiri untuk menandakan bahwa sate yang dijual Nawawi harganya memang murah. Tapi karena letaknya di Jalan Anggrek maka lebih terkenal dengan sebutan Sate Anggrek.

Ahmad yang keturunan Madura ini mengatakan usaha sate didapatnya turun temurun dari kakeknya. Tahun 1990, barulah Ahmad memegang pengelolaan Sate Anggrek ini. Dari sebanyak 4 orang pegawai, Ahmad kini sudah mempekerjakan 15 pegawai. Dia terus menjaga resep kualitas satenya agar tidak ditinggalkan pengunjung.

Racikan khas sate Madura berikut harga yang murah meriah mungkin menjadi daya tariknya. Menyajikan sate kambing, sate ayam dan yang unik adalah sate telur. Untuk yang belum datang ke Sate Anggrek pasti sate telur ini akan membuat penasaran.

Sate telur terdiri adalah kuning telur rebus yang diambil dari ayam muda. Dalam satu tusakan terdiri dari satu bulatan kuning telur diapit dengan sate kambing. Ehm, bulat-bulat kuning telur memang begitu menggoda untuk dicicipi. Selain menawarkan rasa yang beda harga satu porsinya pun berbeda dengan sate lainnya. Jika sate ayam dan sate kambing Rp 8 ribu per porsinya. Sate telur ini harganya Rp 17.500. Selain sate juga ada soto ayam Rp 8 ribu.

Menurut Ahmad, racikan satenya merupakan resep buatannya sendiri. Termasuk sate telur yang belum ada di tempat makan sate manapun di Bandung. Tak salah jika tempat ini setiap harinya selalu ramai.

Dari mulai buka tenda pukul 16.00 WIB sampai tutup pukul 23.00 WIB, Sate Anggrek bisa membuat sampai 7.000 tusuk sate dan semuanya habis. Jika dibagi per porsi yang berjumlah 10 tusuk berarti dalam satu hari ada sekitar 700 pengunjung.

Dibandingkan sate kambing, sate ayam paling banyak dibuat. Dalam satu hari bisa menghabiskan 10 kuintal daging ayam. Sedangkan untuk daging kambing jumlahnya hanya 10 kilogram. Tak heran jika pembakaran sate demikian panjangnya untuk membakar tusuk demi tusuk yang jumlahnya bisa ratusan dalam satu pembakaran.

Tempatnya yang cukup strategis tentu menjadi hoki tersendiri bagi usaha sate ini hingga bisa bertahan sampai sekarang. Tak heran, Ahmad enggan untuk pindah ke tempat yang lebih baik karena seperti bunga anggrek, Jalan Anggrek membantu nama sate ini menjadi harum.

Sumber : http://bandung.detik.com/read/2009/01/28/080321/1075298/670/sate-anggrek-lezat-nan-murah-meriah

1 Comment

  1. harman

    Sate ayam nya seringkali gosong dan kuah kacangnya terasa pahit kerna saat menggorengnya mungkin juga terlalu masak mendekat ke gosong. This is the last place to go… if you have another choice

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: