Gua Pakar Dago Bandung

Advertise here!

Oleh: Upiek Supriyatun

Taman Hutan Raya Ir. H. JuandaAnda ingin menghirup segarnya udara Kota Bandung? Datanglah ke kawasan cagar alam Taman Hutan Raya (THR) Juanda. Kadar oksigen udara di kawasan ini jauh lebih baik ketimbang di tengah Kota Bandung. Udara di ibukota Jawa Barat ini masih cukup sejuk, namun kawasan THR Juanda menyimpan puncak kesejukan itu. Maklum, kawasan ini merupakan paru-paru kota Bandung.

Hutan Juanda dikenal oleh orang Sunda tempo dulu dengan nama Guha Pakar alias Gua Pakar. Entah dari mana asal nama itu, tapi di hutan ini terdapat gua peninggalan penjajah Jepang dan Belanda. Gua ini berada di sebelah timur kawasan hutan lindung Dago Pakar atau THR Djuanda, Kabupaten Bandung.

THR Juanda adalah wilayah sangat alami paling dekat dengan pusat Kota Bandung, hanya sekitar 7 kilometer. Jarak ini bisa ditempuh 50 menit dari alun-alun Kota Bandung atau 20 menit dari Jalan Ir. Juanda. Angkutan umum trayek Abdul Muis-Dago, Riung Bandung-Dago, atau Ciroyom-Ciburial dapat mengantar kita sampai ke Terminal Dago. Dari Terminal dago, kita bisa jalan kaki atau naik ojek untuk sampai ke THR Juanda.

Untuk Anda yang gemar naik gunung alias hiking, dari hutan ini dapat melanjutkan perjalanan ke tempat wisata Maribaya Lembang. Jarak tempuh cukup dilalui sekitar dua jam jalan kaki untuk mencapai Maribaya.

Jalan tembus dari Gua Pakar ke situs wisata Maribaya dapat melalui Gua Jepang, lalu lewat jalan setapak di antara pegunungan yang memiliki pemandangan alam eksotik. Aliran Sungai Cikapundung yang berhulu di Maribaya, dapat ditemui sepanjang jalan setapak. “Untuk hiking, persedian makanan dan minuman harus dibawa sendiri, sebab jarang ditemui warung atau perkampungan di sana yang menjual makanan,” kata Afandi, yang baru saja berkunjung ke kawasan itu.

Setelah puas menikmati pemandangan pegunungan, kita akan sampai di pintu masuk tempat wisata air terjun Maribaya. “Air terjun yang sangat indah dan cukup jernih akan menghilangkan kelelahan kita setelah menempuh perjalanan dua jam,” ujar Afandi. Dari Maribaya, untuk kembali ke Bandung bisa memakai kendaraan umum dari sana atau dari Pasar Lembang.

Pada zaman kolonial Belanda, di taman ini pernah dibangun waduk untuk pusat tenaga listrik. Sumber air yang sangat banyak ini sekarang dimanfaatkan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sebagai sumber sumur resapan airnya. Gua-gua yang terdapat di sana pada masa penjajahan Belanda dan Jepang digunakan sebagai tempat penyimpanan bahan makanan dan senjata. Kini, para pengunjung dapat melihat-lihat gua tersebut. Pengelola menyediakan senter-senter sewaan jika pengunjung ingin memasuki gua.

Di balik eksotisnya pemandangan alam, sepanjang kawasan Dago Pakar ke Maribaya menyimpan cerita misteri yang mengerikan. Menurut Undang, 52 tahun, kuncen (penjaga pintu) kawasan itu, pada malam hari sering terdengar auman orang kesakitan dan suara-suara binatang aneh. “Suara-suara aneh itu berasal dari arwah para penjajah Jepang, Belanda, dan sekelompok jin penghuni hutan Juanda,” kata Undang.

Percaya atau tidak, sejumlah pemuda yang pernah berkemah di sana mengaku sering mendengar suara-suara misterius itu, bahkan ada juga yang sampai kesurupan. Bagi Anda yang nyalinya ciut, mesti berpikir ulang kalau ingin mengunjungi kawasan ini pada malam hari.

Namun, Arman, warga setempat memberi tip. “Supaya tidak mendengar apalagi melihat makhluk aneh di sana, mereka yang hendak berkemah harus minta izin kuncen setempat,” katanya. Caranya, cukup menghubungi penjaga Gua Pakar itu dan minta izin akan berkemah di sekitar hutan tersebut.

Dari jumlah dan jenisnya, pohon yang tumbuh di kawasan THR Juanda sangat beraneka ragam. Selain menjadi paru-paru kota, di antara pohon besar maupun kecil itu ada yang bisa dipakai untuk obat, bahkan ada sebuah pohon besar sejenis kaboa yang dikeramatkan oleh warga.

Menurut Arman, pohon keramat itu terletak di tengah hutan dan hanya bisa ditemukan oleh kuncennya di tengah keheningan malam. Bila ada pengunjung yang ingin melihat pohon keramat, ia harus pergi bersama kuncen di waktu tengah malam. Sayangnya, kata Arman, “Dari sertiap 1.000 orang, cuma satu yang bisa melihat pohon itu.”

Anda yang takut masuk ke tengah hutan tidak bakal bisa melihat pohon keramat itu. Namun, yang pasti Anda tetap bisa pemandangan alam dan air pegunungan dengan kadar mineral tinggi di kawasan THR Juanda dan Maribaya. Kesejukan udaranya dan kejernihan airnya, membuat kawasan ini menjadi tujuan warga yang ingin menghilangkan stres dan mendinginkan pikiran.

Kalau sempat sampai ke air terjun Maribaya, Anda bisa langsung minum air tersebut. Kelelahan Anda akan terobati, dan tidak perlu khawatir akan sakit perut.

Sumber: Pikiran Rakyat, Kamis, 14 Maret 2002


1 Comment

  1. Ada banyak loh tempat wisata di Bandung yang menyimpan cerita misteri. Ingin tahu dimana saja tempat itu? Mampir ke http://sebandung.com/2014/04/wisata-misteri-di-bandung/ yuk untuk informasinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: